Tuesday, April 12, 2011

Cinta?

Sebuah hubungan yang dibiarkan tumbuh tanpa keteraturan akan menjadi hantu yang tidak menjejak bumi, dan alasan cinta yang tadinya diagungkan bisa berubah menjadi utang moral, investasi waktu, perasaan, serta perdagangan kalkulatif antara dua pihak.

Cinta butuh dipelihara. Bahwa dalam sepak-terjangnya yang serba mengejutkan, cinta ternyata masih butuh mekanisme agar mampu bertahan.

Cinta jangan selalu ditempatkan sebagai iming-iming besar, atau seperti ranjau yang tahu-tahu meledakkanmu-entah kapan dan kenapa. Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan… karena cinta adalah mengalami.”


Dee Lestari-Surat yang tak Pernah Sampai


Saturday, April 2, 2011

Beauty and the Bitch


I enjoy reading, about everything. Jadi ketika kemarin saya sedang memilih-milih buku di GB yang akan saya pakai untuk menemani weekend saya, mata saya langsung tertarik melihat novel berjudul Beauty and the Bitch ini, judulnya sungguh menggoda. Tanpa pikir panjang, langsung saya ambil bersama dengan beberapa judul komik lainnya.


Beauty and the Bitch bercerita tentang dua orang sahabat, Nadine dan Isabelle. Keduanya sama-sama cantik namun dengan gaya yang berbeda, berteman sejak SD dan terpisah karena Isabelle melanjutkan sekolah ke Singapura. Nadine, cantik klasik sederhana dan old-fashioned selalu merasa minder bila dibandingkan dengan Isabelle yg cantik modis atraktif dan punya segalanya. 16 tahun kemudian mereka dipertemukan lagi. Nadine masih tetap cantik dan berubah menjadi modis, karena telah menjadi nyonya muda kaya namun kesepian karena hampir 3 hari dalam seminggu suaminya pergi keluar kota mengurus bisnisnya ditambah lagi 4 tahun pernikahan mereka belum dikaruniai anak. Isabelle masih cantik dan modis namun berubah menjadi pahit dan sinis, meskipun telah memiliki anak bernama Mari, tanpa hubungan pernikahan dengan ayah Mari.

Singkatnya, ternyata ayah Isabelle berselingkuh dan mempunyai anak sebesar Isabelle, lalu ayahnya dijebak teman bisnisnya sehingga masuk penjara yg menyebabkan ibu Isabelle bunuh diri. Ketika Isabelle bersekolah di Singapura, di umur 18 tahun dia kehilangan 'kepolosan'nya oleh seorang pria bule. Dua hal tadi membuatnya tidak percaya lagi dgn sesuatu yg bernama pernikahan. Hubungan gelapnya dgn seorang pria kaya bernama Nathan membuat kakaknya Marvin tidak setuju,yang ternyata oh ternyata Nathan adalah SUAMI NADINE yang bernama Neil!!! Nathaneil. Nathaneil adalah anak dari rekan bisnis yang menjebak ayah Isabelle-Marvin. Yah setiap cerita harus bearkhir bahagia bukan?

Di akhir cerita Nadine akan berpasangan dengan Marvin yg diam-diam memendam cintanya pada Nadine sejak kecil, dan Isabelle berpasangan dengan Dylan, teman Marvin yang penuh perhatian dan mengajarkan Isabelle memandang hidup dari sisi lain.

Secara pribadi, saya kurang suka buku ini. Terlalu banyak kebetulan, tragis dan skeptis. Katakanlah saya terlalu naif, senaif Dylan mungkin. Tapi well, hidup tidak akan semuram yang kita bayangkan kalau kita memandangnya dari segi yang lebih positif bukan? Untuk yang suka cerita yg 'dark' saya rasa akan menyukai buku ini, namun jujur saya lebih memilih membaca buku semacam Lupus ataupun komik Miko, yang menceritakan tentang semangat, harapan dan kebahagiaan. Kebetulan yang benar-benar kebetulan itu tidak pernah ada dalam hidup, yang ada adalah kebetulan yang direncanakan.... *seruput kopi susu

Wednesday, March 30, 2011

***media

Saya sedang malas, berada di tengah-tengah pembicaraan pelik dan debat orang-orang yg mulai ngelantur kemana-mana dan dalam kondisi badan yang tidak baik. Dan sepertinya tidak ada yg menyadari ini mulai beranjak menuju jam 12 malam, akan berganti hari dimana hari kamis saya ada kuliah biotek jam 7 pagi yg ga boleh telat SAMA SEKALI dan pasti diakhiri post-test sesudahnya, well tentu saja saya sudah tidak fokus. Maka, mari kita melakukan hal yg menyenangkan seperti mengingat tempat-tempat indah, tralalalala....

Waktu kecil setiap si Papa mengajak saya pergi ke kota * Yogyakarta ( karena rumah saya di bantul ), saya selalu excited. Di pikiran saya cuma ada satu hal, satu tempat yg akan kami tuju, sebuah toko buku yg terletak di Kotabaru , bernama ***media. hoho. Bangunan 3 lantai berdinding putih dengan aksen kaca biru di bagian atasnya yg terletak di persimpangan jalan itu sungguh membuat saya jatuh cinta. Apalagi bagian lantai 3, tempat jendela dunia berada *aiihhhh. Dari mulai komik jepang yg lucu ataupun yg sendu penuh cinta, seri anak-anak asrama inggris, buku dongeng anak-anak bergambar *one of my fav is Heidi, serial cerita rakyata yg sekarang mulai raib, dan tentu saja yg terfavorit diantara segalanya : LUPUS. Saya bahkan punya koleksi lengkap buku Lupus, edisi Lupus kecil, abg, dewasa, Lulu, Vanya , hahaha. Sebut salah satu judul dan saya bisa mendeskripsikannya untuk kamu sekalian saking cintanya saya sama buku Hilman Hariwijaya ini,mwahahaha


Dan disitulah segalanya berawal. Saya mulai menanamkan mimpi-mimpi saya. Banyak membaca buku banyak membuat saya berpikir, apa ya cita-cita saya kelak atau lebih tepatnya apa yg akan saya lakukan kelak. Dokter, astronot, ilmuwan, bahkan model pernah mampir dalam benak saya. Dan saya juga ingat apa yg papa saya selalu bilang dalam perjalanan ke ***media " sekolah yg pinter ya, trus ntar masuk smp 5 dan sma 3". Dan saya pun melirik bangunan kedua sekolah tsb yg memang terletak sebelum si toko buku. Sejak itulah entah kenapa saya sudah menanamkan dalam diri saya untuk masuk smp 5 dan sma 3. Alhamdulillah berhasil, :)). Padahal waktu sd saya bukan tipikal anak pintar yg selalu ranking. Ranking juga pas kelas 4, barulah karir pendidikan saya mulai menanjak ,meraih ranking 1 dengan gemilang. Eh namun pas di smp 5 saya tidak berprestasi, makanya rada heran juga bisa masuk ke sma 3.

Apa sih yg membuat saya bisa masuk sekolah2 favorit tsb? apa karena keinginan saya kuat dan tekad yg sekeras baja sehingga membuat semesta pun takluk dan akhirnya mewujudkan keinginan saya? Hmmm,..mungkin. dan krn pikiran saya udh merasa akan gagal ketika mencoba ujian masuk ugm utk ambil kedokteran mungkin makanya saya gagal. Setidaknya saya harus bersyukur masih diterima di salah satu universitas terbaik negeri ini, hihi. Menyadari bahwa mungkin apa yg saya dapatkan di kampus ini bisa membayar rasa kekecewaan saya yg ga bisa jadi dokter. Dan setelah 4 tahun berkutat dgn hingar bingar kampus ini, sekarang saatnya sy harus meninggalkan zona nyaman ini, mengerjakan tugas akhir agar dapat melangkah keluar dari kampus dan menyandang gelar sarjana farmasi!

Lab basah saya sudah beres, sekarang tinggal olah data dan susun-susun makalah. Dan saya benci kalo ada yg mulai berkata "Dinda udah beres ya?enaknya..." terkesan bahwa proses TA saya mudah dan tidak sesulit teman2 lain. Oke,terserahlah orang bilang apa, mungkin emang ga sesulit kalian kali, tapi kalian kan juga ga mengalami lembur 3x terutama di hari valentine dari jam 8 pagi sampe jam 8 malem, merelakan waktu liburan karena udah mulai lab pagi sore disaat orang masih bisa jalan2 menikmati liburan, sekali lagi, terserah. Saya mulai panik memikirkan makalah, data, seminar,sidang dan apoteker nanti. Takut gagal, huoooooo. Klise memang. Tapi saya ingat sebuah kutipan entah dimana
"Makin gede emang makin susah masalahnya, tapi lo-nya kan masih sama"

Oke, berhubung saya-nya masih orang yang sama, maka saya yakin saya akan mendapat gelar sarjana dengan gemilang, kuliah apoteker dan meraih dunia karier saya dengan gembira seperti keyakinan saya untuk sekolah di smp 5 dan sma 3. Semesta mau kan membantu saya meraihnya?

NB : foto Lupus di atas diambil dari google karena koleksi Lupus saya ada di jogja dan sebagian sudah rusak karena terkena air atau kena debu


Wednesday, December 15, 2010

Little Bit Tired

Saya pindah dari A ke B bukan karena alasan X.
Sumpah, saya profesional kok, tidak mau mencampur-adukkan pribadi dan kerjaan.
Saya tahu bahwa orang di B bukanlah satu dari segelintir orang yg bisa saya percayai.
Memang aneh, tapi saya memang penilai dan pemilih.
Tidak semua orang boleh sok akrab dgn saya, dan tidak semua org mendapat kepercayaan saya.

Ternyata terbukti khan, di B segalanya kacau.
Bukannya saya merasa saya paling benar, paling jago, hanya saja rasanya saya mulai mengambil alih kerjaan si anak B.
I'm not that someone.
saya masih fine, ketika hari-jhari saya masih normal dan lancar.

Tapi ketika ternyata hal-hal privacy saya dilanggar, ketika yg saya lakukan tidak dihargai,
ketika anda bisa dgn bebas bilang ke semua org bahwa you did that job but actually I DID THAT.

Saya terlalu sering berbicara. Saya capek. Mencoba menahan diri untuk tidak berkata-kata dan hanya sanggup mengangguk ketika orang-orang di sekeliling mulai perlahan2 mengalihkan hal-hal di B ke saya.

saya ingat perkataan ASW dan AP : "ya mungkin krn ada lo,jadi si B ga bisa berkembang optimal. lo sih ngurusin!". Mungkin becanda, mungkin juga tidak.
Tapi saya jadi terpikir. Ah ya, bagaimana kalo saya 'egois' sebentar?

Saya ga mau ngurusin lagi. Toh, anda tidak menghargai saya, bukan kewajiban saya juga kan untuk menghargai anda ?

Seperti yg sudah dibilang, saya tidak marah, just a little bit tired....



Monday, December 13, 2010

Ten Things I Hate About You

I hate the way you talk to me, and the way you cut your hair. 
I hate the way you drive my car. I hate it when you stare.
 I hate your big dumb combat boots, and the way you read my mind. 
I hate you so much it makes me sick; it even makes me rhyme. 
I hate it, I hate the way you're always right. 
I hate it when you lie.
 I hate it when you make me laugh, even worse when you make me cry. 
I hate it when you're not around, and the fact that you didn't call.
But mostly I hate the way I don't hate you.
Not even close, 
not even a little bit, 
not even at all.

Yes, you :)

Wednesday, December 8, 2010

Nadja Sinka Suwita

Saya sedang penat dengan UAS, tugas, kongres, dan cinTA *aka Tugas akhir* butuh pelampiasan sejenak. Mau ngafe, mall, toko buku, cari baju lagi males. Lagi pengen menikmati hari di atas kasur pink memeluk si guling kesayangan bernama uwik-uwik sambil nyetel ftv sampai ketiduran dgn sendirinya. Yes, ftv selalu jadi favorit saya. Ceritanya labil, lebay tapi saya pernah nangis juga sih pas nonton edisi vino bastian meninggal dan bunga zaenal nangis ga keruan. Ternyata saya juga labil, basically semua orang pernah labil khan. What's wrong with being labil dude?

Nadja Sinka Suwita. Nama ini adalah nama tokoh utama dari salah satu novel favorit saya karangan mba Icha Rahmanti. Saya ingat, waktu itu Raras membawa buku ini ke kelas jamannya kami masih duduk di kelas 2 SMA dan saya langsung jatuh hati melihat sampulnya yang eye catching dan tagline-nya yang fenomenal. Does beauty still rule? Dan lebih shock lagi ternyata teman sebangku saya si Dania juga termasuk dalam tokoh novel itu versi most-wanted, kami langsung teriak. Kenapa bukan Dinda aja sih?



Setiap perempuan itu terlahir cantik. Tapi ketika kamu harus berhadapan dengan sosok yang nggak cuma memenuhi semua standar kecantikan yang diciptakan oleh industri kecantikan dunia dan bahkan melebihi, menciptakan definisi baru tentang kecantikan itu sendiri, dalam persaingan memperebutkan cinta seorang eligible bachelor..

Nadja Sinka Suwita, sama halnya seperti saya,kamu dan kebanyakan cewek-cewek lain di dunia yang hidup dalam buaian dunia dongeng klasik disney. Putri cantik jelita yang akan bertemu pangeran tampan kaya rayanya suatu hari. Dan sangat terpukau melihat kemegahan pernikahan pangeran Charles dan Lady Di. Ikut berbagai kontes kecantikan tanpa pernah menang membuatnya hampir putus asa. Sampai akhirnya dia bertemu dengan si lelaki pujaan hatinya bernama Budiarsyah Nasution, the most eligible bachelor. Sarjana ekonomi lulusan amerika, direktur utama suatu perusahaan besar dan tim sukses salah satu partai besar di Indonesia yang juga adalah keponakan politikus terkenal, Haslan Nasution. Ga seru khan kalo si tokoh utama ga punya saingan? Here is she, Dania Soedjono. *jreng,jreng* Seorang seorang perempuan maha cantik maha anggun slash model slash Duta Gals Indonesia (majalah favorit Nadja), slash crème de la crème socialite Jakarta, untuk mendapatkan cinta Budi.

Sosok Nadja yang fun,optimis, cerdas, energik mulai goyah. Pun saya. Mulai menyadari bahwa inilah dunia tempat kontes kecantikan yg sebenarnya. The most beautiful girl gets the most eligible man. Kecantikan adalah bukan hanya penampilan fisik yang bisa terlihat oleh mata, tapi beauty is about attitude and inner beauty. Nah lho. Makanya saya mati-matian membantah perkataan teman saya yg bilang A lebih cantik dari B. Yang benar adalah A lebih putih tapi judes, sedangkan B hitam manis namun sangat friendly. Saya mulai ga ngerti dgn jalan pikiran lelaki jaman sekarang. Mbak2 cantik yg ngomong, semua diem. Mbak2 cantik mau pulang, langsung berebut mau nganterin padahal dy blom bilang apapun. Mbak2 cantik lewat semua langsung melotot dari atas ke bawah.

Apakah benar, kecantikanlah yang membuat seorang perempuan dicintai? Apakah semakin cantik seorang perempuan, maka dia semakin (mudah) untuk dicintai?

Saya sih ga mau jadi kayak gitu. Rugi amat cuma dilihat dari wajah. I have brain and heart :)
Nah, buat semua cowok di luar sana, be smart. Mungkin kalian ga merasakan kehadiran kami karena memang kami tidak sememukau Miranda Kerr, namun ketika kami mulai berlalu dan kalian merasa sepi. Sudahkan kalian merasakan bahwa kami ada?


Is it always like that? Does beauty still rule? Yes, it does....

Wednesday, December 1, 2010

Live Like You're Dying

I wanna go back to 2 years ago. Saya mau kembali ke tingkat 2 saya, 2 tahun lalu. Jaman masih mulai meninggalkan kecupuan dan mulai kenal sedikit2 tentang kampus tercinta. Masa-masa masih piyik. Masih jadi kurir nganter surat ke himpunan2, masih sering nongkrong di selasar cc entah barat atau timur buat ngecengin cowok-cowok jurusan lain tingkat atas yg macho2, masih sering ditanyain entar malem pulangnya gimana. And what I miss the most is masa-masa indah menghabiskan waktu bareng anak kosan atau bareng anak farmasi.

Ga terasa udah mau semester 8. Udah ga ada lagi praktikum bareng se-angkatan. Sejak semester ini aja udah mulai sibuk sendiri2, udah ga sempet kemana-mana bareng lagi. Pun sama anak kosan. Mau makan bareng aja udah pada ga sempet. Padahal dulu bisa seminggu sekali kita hang out makan bareng nyobain tempat baru. Sekarang? Boro-boro. ketemu di kos aja jarang, hiks hiks. Tadi saya dan raras ke Remo lagi setelah sekian lama. Udah banyak yg berubah. Terakhir ke sana saya bareng mantan. Trus saya dan Raras mengingat dlu pernah abis nongkrong di Remo dri jam 8 mpe jam 10 malem langsung cabut ke midnite sale BSM ampe nyasar segala. Ujungnya malah ga ada yg belanja, malah mainan di semacam timezonenya BSM, what a life! Tiap malem biasanya kumpul di kamar salah seorg trus ngegosip, makan bareng, nangis2 bareng klo misalnya ada yg nilainya jelek ato apa. sekrg pulang ke kosan udah pada kunci pintu semua bikin tugas.

Saya kangen kalian lho temaaaaaannnnn,kangen membagi beberapa cerita saya ke kalian ..................

Masih inget jaman-jaman indah ngecengin anak tingkat atas dari jurusan yg berbeda. Ada Ipul, Jojon, Simpanse Hutan, Bapuk, Batuy,hahahaha bahkan saya masih inget julukan2nnya. Hei anak farmasi,ingatkah kalian pada nama-nama ini,hayo kecengan siapa aja. Dulu ngeliat anak tingkat atas jurusan cowok bikin kita semangat dateng forsil,formas atau apalah itu. Seneng ngeliat muka machonya mereka, yg pas akhir2 ini kita tau ternyata mereka sama galau dan se-alay itu, bungkusan luarnya aja macho. Gapapa,kami tetap suka kok. Sekarang udah ga ada yg dikecengin dan udah ga bisa ngeceng. Masa ngembat junior sih? :D 

Teman saya ada yg menyarankan utk nyari jodoh pas kuliah aja krn dunia pertemanan pas kerja beda banget sama pas kuliah, tpi mau gimana lagi. Udah ga ada yg bisa diincer. Padahal mami saya juga udah ribut nanya kapan mau ngenalin si calon pendamping wisuda kelak?hehe.Amin. Gimana lagi mam, makhluk gentleman yg berada di belakang label laki-laki sejati udah makin jarang soalnya di kampus.

Dulu,tiap abis rapat ato apapun acara yg menuntut saya di kampus ampe malem pasti udahannya ada yg nanyain "Pulang sama siapa". Sekarang manaaaaa? Bukannya saya,dan pastinya cewek-cewek lain menuntut utk selalu dianter pulang. Kami hanya mau tau seberapa besar sih rasa tanggung jawab kalian, seberapa besar jiwa laki-laki sejati kalian untuk melindungi kami, makhluk terindah yg semesta berikan? Ga ada yg repot-repot memastikan kami pulang dgn selamat sampe kosan. Saya bawa motor memang, tpi anda juga ga tau kan apa yg terjadi di jalan.  Nasib yg ga bawa motor? oke,mungkin cowok lebih suka kami bilang langsung kalo butuh tebengan. Tapi cewek kan punya gengsi, sungkan dan merasa ga enak apabila kami merepotkan orang walo sebenarnya kami butuh. At least, tunjukkan kalian peduli pada kami, yg kelak akan menjadi ibu dari anak2 kalian. 

Saya sudah lupa rasanya dianterin sampe kosan dan dipastikan bahwa saya pulang dgn selamat dan baik-baik saja sampai kosan :(

Gimme a reason to fight the feeling
That there's nothing here for me
'Cause none of it's easy, I know it wasn't meant to be
I know it's all up to me, it's all up to me

So what am I gonna do with my time?